Anugerah Peduli Pendidikan Indonesia: TELKOM Peduli Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia
Jakarta, 26 September 2010
Kementrian Pendidikan Nasional memberikan apresiasi penghargaan yang tinggi atas kiprah dan kepedulian PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Penghargaan berupa Anugerah Peduli Pendidikan tersebut diserahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh kepada Direktur Human Capital & General Affair (HCGA) TELKOM, Faisal Syam di Jakarta, Jumat (24/9).
“Kami menyampaikan terimakasih tiada terhingga kepada Kementerian Pendidikan Nasional atas Anugerah Peduli Pendidikan yang diberikan kepada TELKOM,” ujar Faisal Syam. Menurutnya, perhatian dan apresiasi dari Pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan merupakan kebanggaan yang akan memotivasi TELKOM untuk terus aktif berperan serta dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dikatakan, sejak lama TELKOM menyadari pendidikan sebagai elemen kunci bagi kemajuan suatu bangsa. Itu sebabnya, TELKOM memiliki Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT) yang mengelola tak kurang dari 46 lembaga pendidikan mulai tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Akademi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia serta Yayasan Pendidikan TELKOM (YPT) yang mengelola tiga lembaga pendidikan tinggi yaitu Institut Teknologi TELKOM (d/h STT TELKOM), Institut Manajemen TELKOM, dan Politeknik TELKOM.
Meski TELKOM saat ini harus berjuang untuk memenangkan kompetisi dalam industri yang sedemikian ketat, TELKOM akan tetap memperhatikan dunia pendidikan sebagai sasaran tanggung jawab sosial perusahaan-nya. “Secara nyata kami terus ikut membaktikan diri untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” tegas Faisal.
Membangun Masyarakat Cerdas
Kebijakan program Corporate Social Responsibility (CSR) TELKOM di sektor pendidikan diarahkan untuk mengambil peran dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kreatif. Untuk mewujudkan tema besar ”Membangun Indonesia Cerdas”, TELKOM fokus pada domainnya sebagai BUMN yang bergerak di bidang ICT yang kini sedang bertransformasi ke bidang Telecommunication-Information-Multimedia-Edutainment atau populer disingkat T.I.M.E.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, TELKOM mengembangkan berbagai program strategis di bidang pendidikan yang berkelanjutan, antara lain: Internet Goes to School, e-Learning, Smart Campus, Bagimu Guru Kupersembahkan, pembangunan Broadband Learning Center (BLC) termasuk di pulau-pulau terluar seperti Pulau Sebatik, Santri indigo, Kreasi Konten dan Aplikasi, Program Cooperative Education (COOP) dan lain-lain.
Internet Goes to School (IG2S) dikembangkan sejak tahun 1999, ditujukan untuk mengatasi kesenjangan terhadap akses informasi melalui Internet di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, madrasah, dan pesantren. Melalui program IG2S, TELKOM memberikan donasi dan investasi sosial, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelatihan yang terkait dengan akses Internet. Terhitung sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2006, Program IG2S telah melibatkan sekitar 70.000 sekolah di seluruh Indonesia.
e-Learning ditujukan untuk mendukung terbangunnya sistem e-Learning di Indonesia. Sebuah Naskah Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani oleh TELKOM, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Pendidikan Nasional, dan Departemen Agama, di Yogyakarta pada 22 Mei 2006 sebagai bagian dari kerjasama mendukung program Distribusi Bahan Ajar Online (e-Learning).
Smart Campus merupakan jawaban atas kebutuhan kalangan perguruan tinggi. Smart Campus merupakan layanan Total Solusi Infokom yang terintegrasi untuk kebutuhan komunikasi multimedia. Untuk itu, TELKOM telah bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti UGM, ITB, UI, dan beberapa universitas lain. Solusi yang disediakan berupa penyediaan infrastruktur, layanan dasar kampus, aplikasi dan konten, serta pengelolaan bisnis dan kastamer di lingkungan kampus.
Bagimu Guru Kupersembahkan merupakan program yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas guru dengan membangkitkan kepercayaan diri mereka melalui peningkatan keterampilan sosial, terutama komunikasi. Materi disampaikan oleh beberapa narasumber yang terdiri dari para public figure, profesional dan praktisi, atau para tokoh yang ahli di bidangnya. Perhatian TELKOM terhadap kualitas guru dilandasi keyakinan terhadap posisi guru sebagai elemen kunci dalam membangun generasi bangsa yang cerdas.
Santri Indigo mulai digelar pada tahun 2008 dan telah dilaksanakan di banyak pondok pesantren di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Dalam pelatihan ini para santri diberi motivasi serta keterampilan dalam memanfaatkan Internet untuk berdakwah. Termasuk di dalamnya belajar bagaimana menggunakan internet serta belajar membuat web blog untuk berdakwah di dunia cyber.
Kreasi Konten dan Aplikasi. Program kreasi konten TELKOM dalam menunjang proses pendidikan dan pembelajaran di antaranya adalah SIAP Online yaitu solusi layanan di bidang pendidikan; I-CHAT (kependekan dari I Can Hear And Talk), yaitu sebuah aplikasi dan portal yang akan membantu masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran di Indonesia; serta Mirror DNS Nawala yang ditujukan untuk mendukung program internet sehat dan aman, yang secara spesifik akan mengurangi atau memblokir konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia seperti pornografi, perjudian, malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya.
Program Cooperative Education (COOP) merupakan program Belajar Bekerja Terpadu yang dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja (praktik). Program COOP merupakan strategi pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia yang mengintegrasikan mahasiswa dengan berbagai latar belakang ilmu dari bangku kuliah dengan pengalaman kerja yang produktif (work-based learning atau work-integrated learning). Program ini benar-benar sejalan dengan kebijakan Mendiknas tentang “Link and Match” Perguruan Tinggi dan Dunia Industri. Sejak 1998 hingga 2007 Telkom sudah melakukan MoU dengan berbagai Perguruan Tinggi, dan menerima setidaknya 1.372 peserta Cooperative Academic Eduction Program (COOP).
Kami menyadari sumbangsih TELKOM terhadap perkembangan dunia pendidikan di Indonesia belumlah seberapa dibanding gunungan masalah pendidikan yang dihadapi bangsa ini. Namun demikian, kami berharap dalam konteks sinergi kontribusi ini bisa menjadi berarti. Anugerah Peduli Pendidikan dari Diknas sungguh akan semakin memotivasi kami dari dunia usaha untuk ikut andil membangun bangsa ini di jalur yang sangat strategis.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi :
Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455. Fax. 62-22-4521411
Email :
Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Website : www.telkom.co.id
(Telkom - Press Release)


