Monday May 21

TELKOM Bangun Creative Center Digital

Bandung, 1 Oktober 2010

Kepedulian PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) terhadap perkembangan industri kreatif di tanah air, melalui Divisi Business Service (DBS) TELKOM menghadirkan Creative Center Digital Lounge (Di-Lo) di Gedung BLISS, Jalan Pasteur 11A Bandung (1/10).

Di-Lo merupakan pusat akses digital terpadu teknologi dan informasi, toko gadget, game, musik, video, film dan animasi. Fasilitas digital tersebut mencakup antara lain shopping game, musik, movie dan gadget-gadget terbaru semisal iPad, iPhone, maupun BlackBerry, sembari makan-minum ala cafe.

Creative Center Di Lo merupakan arena dimana pengunjung bisa mencoba dan menikmati berbagai teknologi digital terkini. ”Konsep Di Lo, adalah nyaman dan menghibur,” ujar Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia.
Dijelaskan Eddy Kurnia, saat ini Speedy –salah satu produk unggulan TELKOM-- tidak sekadar internet tetapi sudah kaya dengan berbagai content seperti kanal bola (www.kanalbola.com), untuk melihat pertandingan bola liga Inggris dan Itali secara live streaming, serta fulltrek (www.fulltrek.com), untuk men-download video dan musik original. Selain itu ada content edukasi dan games melalui Speedy Games.

Menurutnya, Di Lo merupakan salah satu bentuk kepedulian TELKOM terhadap pengembangan industri kreatif. Sebagai TIME (Telecommunication, Information, Multimedia & Edutainment) Enabler TELKOM menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan industri kreatif digital, di samping TELKOM sendiri akan semakin focus terhadap digital content.

”Melihat perkembangan Industri Kreatif yang semakin pesat, TELKOM memulai sebuah Creative Center yang mengintegrasikan media pembelajaran dan entertainment, dengan dukungan seluruh produk dan layanan TELKOM (baik akses maupun konten) yang dikenal dengan Edutainment,” demikian Eddy Kurnia.

Di-Lo pertama berlokasi di Mall of Indonesia (MoI), Kelapa Gading, Jakarta, dilengkapi 200 komputer, 13 private room, 3 VIP room yang masing-masing berkapasitas 10 orang, 2 function room yang berkapasitas 8 orang, lounge, perpustakaan dan sebuah gadget store.

Eddy Kurnia menjelaskan, hinggga akhir 2010 setidaknya TELKOM akan membangun hingga 10 Di-Lo yang tersebar di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Medan.

Bisnis New Wave meningkat

Sementara itu, sampai dengan semester pertama 2010, jumlah pelanggan layanan Internet cepat Speedy tercatat sudah mencapai hampir 1,4 juta SSL (Satuan Sambungan Layanan), atau meningkat 69,7% dibanding jumlah pelanggan yang diraihnya pada April 2009 sebanyak 683 ribu SSL. Peningkatan juga terjadi di sisi pendapatan (revenue), yang di bulan Januari 2010 sudah melampaui target.

TELKOM, demikian Eddy Kurnia, melihat kepercayaan pasar yang tinggi terhadap produk Speedy sebagai tantangan untuk terus meningkatkan value-nya di mata pelanggan. “Berdasarkan tren performansi tahun 2008 dan 2009, kami optimis target 2 juta SSL di tahun 2010 yang ditetapkan TELKOM bisa tercapai,” lanjutnya.

Menurut Eddy Kurnia, dari 1,4 juta pelanggan Speedy diposisi April 2010 sekitar 450 ribu di antaranya berdomisili di Jabodetabek. ”TELKOM berharap jumlah pelanggan akses internet Speedy bisa tumbuh signifikan di akhir 2010 nanti dengan jangkauan yang lebih luas,” ujarnya. Saat ini layanan Speedy sudah menjangkau di tidak kurang dari 378 kota di seluruh Indonesia.


Peningkatan Bisnis Content

TELKOM saat ini mengalami pertumbuhan tinggi pada bisnis “new wave” terutama pada layanan pita lebar, sehingga kontribusinya terhadap total pendapatan konsolidasian mencapai lebih dari 15%, sedangkan secara un-consolidated kontribusi pendapatan un-consolidated di atas 23%. Kondisi tersebut diyakini menjadi landasan yang kokoh untuk pertumbuhan di masa depan.

Sejalan dengan komodifikasi layanan konektivitas, trend pertumbuhan industri telekomunikasi saat ini lebih didorong oleh content dan content based devices seperti Google, Facebook, BlackBerry dan iPhone, dimana inovasi terjadi lebih cepat dan pelanggan memiliki pilihan beragam.

Menyadari kecenderungan tersebut TELKOM, untuk mempertahankan competitive sustainable growth, TELKOM akan semakin fokus menggarap content dan mengarah menjadi content based operator, sehingga TELKOM akan selalu menjadi relevan di mata pelangan-pelangganya. Itulah sebabnya sejak tahun 2009 lalu, TELKOM memutuskan untuk masuk ke dalam portofolio bisnis masa depan yakni TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). Di bidang konten dan layanan on line TELKOM mengembangkan plasa.com dan IPTV (Internet Protocol Television) yang diluncurkan pada semester 2 tahun 2010.

Namun demikian, untuk mempertahankan pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, TELKOM melakukan strategi mempertahankan bisnis legacy serta membangun portofolio bisnis new wave. TELKOM juga berhasil mempercepat pelaksanaan pengembangan NGN (Next Generation Network) berbasi Internet Protocol dan diharapkan infrastruktur untuk layanan triple play ini dapat diluncurkan pada tahun ini juga.

Bisnis New Wave serta bisnis layanan korporasi, teknologi informasi, UKM (Usaha Kecil dan Menengah), Edutainment dan Media diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan di masa depan. Pada 2009 lalu, pendapatan TELKOM yang berasal dari bisnis New Wave tumbuh 82,8% dan diharapkan akan terus meningkat pada 2010. Fokus pada bisnis New Wave merupakan landasan bagi transformasi TELKOM yang merupakan perubahan mendasar dalam pengelolaan infrastruktur jaringan, organisasi dan budaya


Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi :

Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455. Fax. 62-22-4521411
Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Website : www.telkom.co.id

(Telkom - Press Release)