Saturday Nov 22

Uji Materi SMS Premium, Imoca Tunggu Menkominfo

JAKARTA - Keinginan Asosiasi Penyedia Konten Mobile dan Online (Imoca) mengajukan uji materi Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2009 tentang SMS premium ke Mahakamah Agung masih menunggu pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika.

"Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan teman-teman, termasuk dari Asiri (label), untuk memastikan kapan pertemuan dengan Menkominfo. Lagipula, itu semua tergantung dari Muhammad Nuh," tegas Internal Affair Director Imoca Tjandra Tedja, saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (6/2/2009).

Tjandra juga memastikan uji materi tersebut tergantung pertemuan dengan Menkominfo, dan tidak ada tenggat waktu seperti yang diberitakan sebelumnya. Menurutnya, pertemuan dengan Nuh untuk meminta penegasan dan saran tentang pasal di peraturan tersebut yang mengatur tentang Biaya Penyelenggara Telekomunikasi (BHP) oleh Content Provider (CP).

"Pertemuan dengan Menkominfo, kita harapkan dapat menghasilkan revisi, atau paling tidak ada di petunjuk pelaksananya. Jika ditolak, maaf-maaf, kami harus mengajukan uji materi ke MA," sambungnya.

Mengenai permasalahan BHP yang telah dititipkan oleh CP ke operator, Tjandra menegaskan, Imoca tak pernah berkata jika telah menitip-bayarkan BHP kepada operator, karena Imoca berpendapat, memang operatorlah yang wajib membayar BHP.

Dalam kasus seperti ini, CP sama dengan production house (PH) yang membuat sinetron, sedangkan operator adalah stasiun televisi-nya. Maka sangat membingungkan, kalau CP juga harus membayar BHP seperti operator.

Selain masalah BHP, Imoca juga mempermasalahkan izin yang harus dikeluarkan oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pasalnya, ada banyak waktu dan biaya yang akan terbuang. Belum lagi birokasi yang dianggap merumitkan CP.

"Kalau izin tersebut ditegaskan dengan kepastian 1x24 jam misalnya, maka kami masih bisa menerima," tandas Tjandra. (Susetyo Dwi Prihadi - Okezone)