Ramadhan dan Idul Fitri, VAS Esia Melonjak 100%
Rabu, 15 September 2010 - 10:58 wib
JAKARTA - Sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri Bakrie Telecom mengklaim layanan Value Added Service (VAS) mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.
"Selama bulan Ramadhan, aplikasi Adzan Cell mengalami lonjakan permintaan hingga hampir dua kali lipat. Aplikasi Adzan di Hape Esia memungkinkan pelanggan mengetahui waktu sholat secara mobile," kata Muhammad Danny Buldansyah, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom dalam keterangannya, Rabu (15/9/2010).
Menurut Danny, lonjakan permintaan ini disebabkan adanya kebutuhan pelanggan untuk mengetahui waktu sholat tepat waktu dimanapun pelanggan berada, terutama panduan waktu berbuka atau Adzan Magrib.
Sementara jumlah pelanggan RBT, lanjut Danny, dapat dikatakan relatif tetap meskipun terjadi penambahan pelanggan baru RBT sebesar 23 persen selama bulan Ramadhan. Jumlah ini merupakan tahun pertama dimana lagu-lagu yang non Islami atau lagu pop lebih banyak dibanding lagu-lagu Islami.
Sebut saja lagu 'Aishiteru' dari Zivilia, 'Waka-Waka This Time for Africa' dari Shakira dan 'Tentang Rasa' yang dinyanyikan oleh Astrid jauh diminati masyarakat dan menempati tiga terbesar dari sepuluh lagu yang banyak diungguh pelanggan Esia. Sementara lagu-lagu Islami yang banyak diunduh antara lain 'Rindu Ramadhanku' yang dinyanyikan Haddad Alwi.
Danny mengatakan, hal itu bisa dikatakan bahwa tahun ini tidak terlalu banyak lagu-lagu Islami baru yang muncul dibanding lagu-lagu pop. "Akibatnya masyarakat lebih banyak memilih lagu pop dibanding lagu Islami, bahkan dalam bulan Ramadhan sekalipun," kata Danny.
"Demikian pula dengan aplikasi jejaring pertemanan sosial yang terdongkrak naik hingga mencapai 23 persen. Masyarakat banyak memanfaatkan layanan jejaring sosial ini sebagai ajang silaturahmi dengan teman maupun relasi," papar Danny.
Sementara itu, trafik percakapan telepon, sms maupun data selama bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri mengalami lonjakan trafik terutama pada pengiriman sms yang mengalami peningkatan sebesar 46 persen. "Percakapan telepon justru memperlihatkan penurunan trafik di Jakarta dan sebaliknya meningkat di beberapa kota tujuan mudik di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Danny.
Dijelaskan Danny, keberhasilan perusahaannya menyalurkan trafik disebabkan oleh dua faktor. Pertama, Bakrie Telecom telah mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik dengan meningkatkan kapasitas jaringannya hingga dua kali lipat. Kedua, lonjakan trafik yang terjadi menunjukkan gambaran yang hampir sama dengan yang terjadi tahun lalu.
"Tentu bervariasi tipe kotanya. Ada yang hanya kami tingkatkan 20 persen dari kapasitas normal di hari biasa, tapi ada juga yang kami tingkatkan hingga 100 persen seperti kota-kota tujuan mudik di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Danny
Kota-kota mudik di Jawa Tengah antara lain beberapa kota di wilayah Banyumas, seperti Purwokerto dan Cilacap dan kota-kota asal pemudik di Wonogiri, Klaten, Jogjakarta, Solo, Brebes dan Tegal. Sementara kota tujuan mudik di Jawa Timur antara lain, Kediri, Malang dan Madiun. Untuk kota tujuan mudik Jawa Barat lebih banyak didominasi pada kota Bandung,Bogor, Tasikmalaya, Garut dan Serang. (ugo - Stefanus Yugo Hindarto - Okezone)


